Selasa, 09-03-2021,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Harga Karet Masih Rendah, Masyarakat Kembangkan Tanam Pisang

PARINGIN – Guna mensiasati kondisi harga karet yang masih rendah hingga saat ini, masyarakat harus putar otak mencari alternatif sumber pendapatan lain. Salah satu caranya yang ditempuh adalah dengan mengembangkan potensi tanaman hortikultura yakni berupa tanaman pisang. Seperti halnya yang dilakukan Aliyanto (42), warga Desa Liyu, Kecamatan Halong. Menurut Aliayanto, dirinya menanam pisang minurun (pisang kepok) setelah melihat potensi tanaman ini yang cukup besar di desanya.

“Selama ini, di desa saya belum ada orang yang serius berkebun pisang, makanya saya beranikan coba,” kata Aliyanto.

Atas inisiatif inilah, saat ini dirinya dan beberapa warga mempunyai tambahan profesi baru sebagai pekebun pisang selain menyadap karet yang dijalaninya selama ini. Melihat antusiasme warga tersebut, maka Dewan Adat Dayak (DAD) Balangan bekerjasama dengan PT. Adaro Indonesia melalui program CSRnya, memfasilitasi keinginan warga dalam membudidayakan tanaman pisang.

"Harga satu sisir pisang kepok paling rendah adalah Rp. 3.500.-. Dengan kisaran harga itu, jika memiliki 1 hektare lahan, potensi keuntungannya paling rendah sebesar Rp 1,5 juta per bulan,” ungkap ketua DAD Balangan, Mandan.

Atas dasar inilah, kata Mandan, pihaknya mendukung penuh upaya masyarakat yang ingin berkebun pisang, salah satunya dengan melibatkan program CSR PT. Adaro Indonesia.

"Kami bersyukur, tahun 2016 ini Adaro melalui program CSR-nya memberikan bantuan sebesar Rp. 20 juta untuk program perkebunan pisang ini," bebernya.

Sementara itu, Yuri Budhi Sujalmi, CSR Section Head PT. Adaro Indonesia mengatakan, bantuan yang diberikan bukan berupa dana tunai melainkan dalam bentuk 1000 bibit pisang, pupuk, serta bimbingan teknis.

"Program ini merupakan proyek percontohan. Jika berhasil, kami akan membuat program-program serupa di wilayah lain di Balangan, guna membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (sugi / tim kominfo)


  Hits (465)    Waktu :07-09-2016 (20:20:02)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal