Rabu, 20-03-2019,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Kurangi Volume Sampah Balangan Andalkan Bank Sampah dan TPS 3R

Paringin - Volume sampah yang dihasilkan Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, dari tahun ke tahun meningkat, saat ini diperkirakan volume sampah yang dihasilkan daerah berjuluk Bumi Sanggam ini mencapai 85 ton per harinya.

Dari perkiraan jumlah volume sampah 85 ton ini, hanya sekitar 22 ton per harinya yang terangkut ke empat Pembuangan Akhir (TPA) dan baru 10 ton lainnya yang dikelola Bank Sampah dan Tempat Pembuangan Sampah TPS 3R (reuse, reduce, recycle). Sedangkan sisanya dibuang langsung ke sungai, dibakar atau dibuang sekitar lingkungan sekitar pemukiman oleh masyarakat.

Kabid Pengelolaan Sampai, Limbah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan, Fakhrurrazi Abdi mengungkapkan, volume sampah sebanyak 22 ton per hari yang terangkut ke TPA memang masih didominasi oleh sampah dari kawasan perkotaan, karena memang untuk wilayah pinggiran belum terlayani secara maksimal, karena keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki.

“Kita hanya mempunyai delapan unit dum truk pengangkut kontenir sampah, itu pun harus kita bagi ke kecamatan tiap satu kali seminggu. Untuk ke kecamatan ini kita prioritaskan pada pasar mingguan yang hampir di tiap kecamatan ada,’’ ujar Fakhrurrazi Abdi.

Guna penangan sampah yang dari waktu ke waktu volume terus meningkat ini, menurut Fakhrurrazi, pihaknya mengoptimalkan keberadaan Bank Sampah dan Pembuangan Sampah Sementara Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R).

Keberadaan Bank Sampah dan  TPS 3R ini, menurut Fakrurrazi, bisa menjadi solusi tingginya volume sampah, karena di kedua tempat ini sampah bisa dikelola atau dimenfaatkan kembali.

“Di Bank Sampah dan TPS 3R inilah sampah-sampah akan dipilah mana yang bisa didaur ulang dan bisa dijual kembali, sehingga ada nilai tambah dari sampah yang terkumpul,’’ bebernya.

Selain itu, menurut dia, pihaknya saat ini juga sedang menggalakkan pemilihan sampah organik dan anorganik agar mempunyai nilai ekonomis, seperti dijadikan kompos dan biogas.

"Ke depan kita juga akan melakuan penerapan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) khususnya di kawasan yang sudah ada Bank Sampah dan TPS 3Rnya,’’ungkapnya.

Selain itu, Ia menambahkan, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi terkait pengolahan sampah pribadi milik masyarakat, karena kesadaran dalam hal itu masih kurang.

"Jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang, meski tidak seutuhnya karena tetap akan ada sisa," ujarnya.

Terlepas dari itu, menurut Fakhrurrazi, kapasitas TPA Batu Merah yang menjadi pusat penumpukan sampah di Kabupaten Balangan masih sangat aman.

“Jika dengan volume yang ada dengan system tutup timbun masih cukup 10 tahun ke depan, itu pun tanpa penumpukan diatas permukaan tanah atau berbentuk gundukan. Apalagi kita baru menambah luasan TPS khusus untuk Kawasan Penyangga (Buffer Zone), sehingga menambah panjang jaka panjang kapasita penggunaan TPA Batu Merah,’’ pungkasnya. (Tim Kominfo/Sg)

  Hits (32)    Waktu :03-01-2019 (09:57:10)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal