Jumat, 20-10-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Tangkal Radikalisme Mulai Dengan Bijak Gunakan Medsos

PARINGIN - Faham kebangsaan merupakan dasar bagi setiap anak bangsa untuk mencintai bangsa dan mencegah disintegrasi bangsa. Ibaratnya dasar akhlak dalam urusan kebangsaan, ialah paham kebangsaan itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Balangan, H. Ansharuddin dalam sambutannya, saat membuka acara Dialog Kebangsaan yang berlangsung di aula Benteng Tundakan, Setda Kab. Balangan, beberapa waktu lalu.

Selain dibuka langsung oleh Bupati Balangan, dalam dialog tersebut juga turut menghadirkan empat orang narasumber, yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KesBangPol) Kabupaten Balangan, Hifni Effendi, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel, Ir. Hermansyah, Kepala BIN Kalsel, Brigjend TNI Cahyono dan Dandim 1001 Amuntai-Balangan, Letkol Aria Sagita Saleh.

Lebih lanjut, Bupati Balangan, H. Ansharuddin memberikan apresiasi ajang diskusi tersebut, karena konsep kebangsaan mesti dimiliki, dihayati, dan diamalkan dari individu.

Untuk itu, menurut Bupati, pihaknya mendorong semua elemen masyarakat merawat keberagaman berdasarkan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, demi mencegah konflik akibat radikalisme, terorisme, dan komunisme.

“Kita wajib terus mewaspadai radikalisme, terorisme, dan komunisme, agar ketiga hal mengerikan itu tidak tumbuh di daerah kita, bahkan tidak di negara kita,” tegasnya.

FKPT Kalsel, Ir. Hermansyah, dalam materinya meminta masyarakat lebih memupuk rasa kepedulian atas kondisi sosial masyarakat. Sebab, kata dia, dengan demikian masyarakat bisa mendeteksi secara dini, jika ada kemungkinan faham radikal dan terorisme masuk ke lingkungannya.

“Kenali ciri-ciri orang yang terkena paham radikal ini, diantara mempunyai sifat fanatik dan intoleran dan terkadang merasa benar. Ciri orang seperti ini patut diawasi dan faham radikal dapat dicegah agar tidak menyebar luas di masyarakat,” ujar dia.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan, jika tindakan teror (teroris) adalah tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat sekitar.

“Sedangkan radikalisme adalah embrio lahirnya terorisme, maka perlu langkah-langkah antisipasi seperti menanamkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI, perkaya dengan wawasan Islam moderat, terbuka dan toleran, bentengi keyakinan diri, waspada terhadap provokasi, membangun jejaring dengan komunitas damai,” bebernya.

Sementara itu, Dandim 1001 Amuntai-Balangan, Letkol Arya Sagita Saleh, mengatakan, kondisi konsep kebebasan yang banyak dianut oleh generasi muda saat ini, cenderung melupakan akar budaya bangsa Indonesia itu sendiri.

Dia mencontohkan, masih banyaknya orang menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan atau dengan cara halus namun tidak gentle.

“Tawuran dari tingkat pelajar namun, mahasiswa dan antar warga, yang penyebabnya sepele ini, membuktikan jika saat ini kebebasan yang banyak dianut lupa akan akar budaya,” bebernya.

Terlebih lanjut dia, kemajuan teknologi yang kian pesat justru sering disalahgunakan. Misalnya, media sosial dijadikan sarana untuk saling menjelekkan, saling menghujat, yang ujungnya bisa menyebabkan perkelahian dan sebagainya. Untuk itu, lanjut dia, semua stakeholder dan pemerintah daerah, agar lebih gencar mensosialisasikan kebangsaan dengan menyesuaikan era generasi.

“Saat ini kita banyak yang tertarik dengan kabar-kabar di media sosial dari pada kegiatan real di lapangan. Ini yang harus kita sesuaikan. Kita share informasi positif di media sosial. Saya rasa lebih efektif menangkal pemahaman negatif seperti faham radikal dan terorisme,” ungkapnya. (tim kominfo)


  Hits (14)    Waktu :05-10-2017 (01:01:51)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal