Jumat, 22-09-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Lawatan Sejarah untuk Napak Tilas Jejak Perjuangan Pahlawan

Paringin - Dalam rangka Memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Kecamatan Batumandi beserta GP Anshor, Pemuda Panca Marga dan Karang Taruna Desa Timbun Tulang dan Riwa, menggelar kegiatan Lawatan Sejarah yang ada di Kecamatan Batumandi.

Selain menggelar lawatan sejarah, peringatan HUT RI yang melibatkan masyarakat sekitar ini, juga menampilkan drama kolosal dari Sanggar Rumah Sains Balangan, yang membawakan adagen Perang Banjar, dibawah pimpinan Tumenggung Jalil yang terjadi di wilayah Balangan.

Ketua pelaksana kegiatan Yusmadiyanor mengungkapkan, lawatan sejarah yang melibatkan para pelajar ini, mengunjungi salah satu lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu saat terjadinya peperangan antara pejuang dengan Belanda saat masa penjajahan.

Lokasi tersebut, kata Yusmadi, yakni lokasi penumpukan mayat (jenazah) saat terjadi perang, serta lokasi pencegatan tentara Belanda oleh para pejuang yang berada di Desa Hamparaya.

“Selain menapaktilasi lokasi terjadinya peperangan, ditengah lokasi kita juga mengadakan renungan dan doa bersama, bagi para pejuang yang telah rela sepenuh jiwa dan raga mengorbankan segalanya bagi kemerdekaan bangsa ini,’’ ujar Yusmadi disela kegiatan lawatan sejarah tersebut.

Selain memperingati HUT RI, kegiatan lawatan sejarah ini menurut Yusmadi yang juga merupakan Ketua DPK KNPI Batumandi ini, juga bertujuan untuk lebih mengenalkan nilai sejarah perjuangan yang terjadi di Bumi Sanggam, khususnya di Kecamatan Batumandi.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai generasi penerus sudah seharusnya bisa menghargai jasa para pahlawannya, paling tidak dengan mengetahui dan menghargai jasa-jasa para pahlawan.

“Dengan mengetahui dan menghargai jasa para pahlawan, kita bisa menaladani bagaimana sikap para pahlawan serta meneruskan perjuangan yang dicita-citakan oleh para pejuang tersebut, minimal dengan menjalani kehidupan sehari-hari lewat kegiatan yang positif untuk kemajuan daerah,’’jelasnya.

Sebagai informasi, penampilan drama kolosal yang digelar dalam kegiatan tersebut, mengangkat tokoh Temenggung Jalil, yang merupakan panglima perang dengan basis pertahanan di Banua Lima, dibawah kepemimpinan Pengeran Antasari pada saat terjadinya perang Banjar.

Temenggung Jalil sendiri, mendapat gelar Tumenggung Macan Negara dan Kiai Adipati Anom Dinding Raja dari Pengeran Antasari. Beliau merupakan pemuda kelahiran Palimbangan Hulu Sungai Utara tahun 1840, dan meninggal diusia 21 tahun pada tanggal 24 September 1861, saat pertempuran di Benteng Tundakan (Balangan) saat melawan Belanda. (tim kominfo)


  Hits (12)    Waktu :30-08-2017 (13:15:10)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal