Kamis, 25-04-2019,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


BPBD Balangan Terus Waspadai Potensi Banjir

Paringin - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mengingatkan meski debit air sungai Balangan masih katagori aman, namun masyarakat tetap untuk mewaspadai. Hal ini antisipasi jika ke depan intensitas hujan makin tinggi maka debit air sungai akan kembali naik.

"Potensi banjir terus diwaspadai, sebelum terjadi banjir perlu adanya mitigasi dengan bantuan masyarakat setempat."kata Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love, Selasa (22/1/2019).

Menurutnya, ketika banjir tidak sepenuhnya dapat dihindari, masyarakat dapat melakukan upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya banjir. “Salah satu peran serta untuk mengantisipasi banjir dengan membersihkan sungai dan got atau selokan dari sampah dan endapan lumpur untuk memperlancar aliran sungai,” ujarnya.

BPBD Balangan sendiri, kata Alive, mulai melakukan berbagai upaya antisipasi. Selain menginventarisir alat penanggulangan bencana juga melakukan sosialisasi banjir didaerah rawan banjir."Kita berencana terus melakukan sosialisasi banjir, di Lima Kecamatan rawan banjir yakni, Juai, Halong, Batumandi, Awayan, Paringin Selatan dan Lampihong," ungkapnya.

Selain banjir, lanjutnya, Balangan juga menjadi salah satu dari sembilan daerah di Kalsel yang berpotensi terjadinya gerakan tanah (longsor) saat musim hujan nanti.

Potensi terjadinya longsor di Balangan berdasarkan rilis dari Badan Geologi Pusat Volkanologi Mitigasi Bencana Geologi  terakit wilayah potensi gerakan tanah. Dimana untuk di Kalimantan Selatan ada sembilan kabupaten masuk di antaranya Kabupaten Balangan.

"Rilis dari Badan Geologi Pusat Volkanologi Mitigasi Bencana Geologi sudah kita diterima, dimana Balangan ada dua daerah yang berpotensi adanya gerakan tanah tingkat menengah yakni Kecamatan Halong dan Tebing Tinggi," ungkapnya.

Kategori menengah ini, lanjut Alive, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan."Kami sosialisasi ke masyarakat dan aparat desa agar ini menjadi kewaspadaan bersama," pungkasnya.(Tim Kominfo)


  Hits (30)    Waktu :23-01-2019 (09:58:56)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal