Selasa, 12-12-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Kalangan Muda Diharapkan terus Menjaga Eksistensi Budaya

 PARINGIN – Bupati Balangan, H. Ansharuddin secara langsung menghadiri pegelaran kesenian Mamanda, yang digelar oleh Sanggar Seni Bulian Anum Desa Muara Ninian Kecamatan Juai, beberapa waktu lalu. Acara yang digelar di halaman kantor Desa Muara Ninian ini, sekaligus peresmian Sanggar Bulian Anum yang baru beberapa bulan terakhir dibentuk.

 

Bupati Balangan, H. Ansharuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas acara yang dilaksanakan tersebut. Pertunjukan kesenian seperti ini, kata H. Ansharuddin, perlu terus digalakan guna melestarikan dan menjaga kesenian daerah, khususnya kesenian tradisional. Terlebih lagi dikalangan para anak muda, sebab saat ini kesenian daerah masih kurang diminati oleh kaum muda.

 

“Kami Pemerintah Daerah pun terus mendukung kekayaan ragam budaya adat yang ada di Balangan. Dukungan tersebut kami wujudkan, salah satunya dengan membangun gedung Taman Budaya yang kini sudah dalam proses pembangunan,” bebernya.

 

Dengan adanya taman budaya tersebut, Bupati berharap keberadaan pegiat sanggar seni budaya di Balangan semakin eksis dan maju.

 

“Saya berharap dengan dibangunnya Taman Budaya ini, semua seni dan budaya bisa dikembangkan, sehingga lahir budayawan dan seniman di Bumi Sanggam," ujarnya.

 

Ketua Sanggar Bulian Anum, Ahmad Juliansyah mengungkapkan, kesenian Mamanda merupakan kesenian teater tradisional khas masyarakat Banjar, seperti halnya kesenian Lenong yang merupakan kesenian teater tradisional lekat dengan budaya Betawi, atau Ketoprak dari Jawa Tengah serta Ludruk dari Jawa Timur.

 

Demi menjaga tradisi dan terus menghidupkan seni lakon tradisional ini tetap eksis, kata Juliansyah, pihaknya konsisten menggarap pertunjukan kesenian Mamanda dan pelakonnya pun bukan lagi didominasi kalangan orangtua, tapi oleh kalangan anak muda.

 

“Hal ini kami lakukan guna menarik kalangan anak muda khususnya remaja, untuk turut serta mempopulerkan tradisi khas Banjar ini,” bebernya.

 

Dengan keterlibatan para remaja ini, lanjut dia, membuktikan bahwa anak muda yang belum mengenal kesenian, juga mampu memainkan dan melestarikan sandiwara khas rakyat Banjar.

 

“Tentunya, mereka harus diberi kesempatan dan bimbingan. Sebab, di kalangan muda terkadang tak akrab dengan kesenian tradisional, seperti Mamanda. Oleh karena itu,  kami menggarap kawula muda agar lebih akrab dengan seni tradisi ini,” tuturnya. (sugi / tim kominfo)


  Hits (3)    Waktu :05-12-2017 (15:41:23)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal