Sabtu, 18-11-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Penerima Rasta Balangan Menurun Drastis

Paringin - Jumlah penerima sasaran program subsidi beras (Rasta), bagi masyarakat berpendapatan rendah di Kabupaten Balangan tahun 2017 menurun drastis dibanding tahun sebelumnnya, dimana jumlahnya kini tinggal 1.094 ton dari tahun sebelumnya sebesar 1.216 ton.

Pengurangan jumlah penerima program bantuan pemerintah yang sebelumnya diberi nama Beras Miskin (Raskin) ini, mencapai 676 Kepala Keluarga (KK) atau RTS-PM. Jumlah ini sesuai perbandingan penerima Raskin tahun 2016 yang berjumlah 6759 RTS, sedangkan 2017 ini hanya sebanyak 6.083 RTS.

Meskipun secara keseluruhan terjadi pengurangan cukup besar, namun ternyata secara wilayah per Kecamatan ada dua Kecamatan penerima Rasta ini bertambah, yakni Kecamatan Tebing Tinggi dari 618 menjadi 874 dan Kecamatan Halong yang semula 1.081 menjadi 1.184.

Sedangkan Kecamatan yang paling banyak mengalami pengurangan jumlah penerima, ialah Kecamatan Lampihong dari semula berjumlah 1.296 tinggal 1.017 atau berkurang sebanyak 279 RTS, dan Kecamatan Paringin yang berkurang sebanyak 224 RTS, dimana yang semula berjumlah 558 kini hanya tinggal 334.

Perubahan angka penerima Rasta ini, menurut Kasi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Balangan, Ferdy Syaftiawan, sesuai data dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang kemudian ditetapkan lewat Keputusan Gubernur untuk Provinsi dan Keputusan Bupati untuk wilayah Kabupaten.

Menurut Ferdy, meski secara data berkurang, ternyata di lapangan jumlah pengurangannya tidak sesuai, seperti adanya rumah tangga yang masih kurang mampu namun ternyata tidak dapat lagi.

“Kita sudah melakukan pendataan dan verifikasi data ulang sesuai kondisi masyarakat di lapangan. Kini datanya sudah kita kirim untuk bisa dijadikan data baru penerima Rasta ini,’’ ujar Ferdy saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk rincian data perubahan yang pihaknya usulkan, jumlahnya tidak terlalu berbeda jauh dengan data yang ada. Terkait teknis penyaluran Rasta ini sendiri, lanjut dia, tahun ini pihaknya telah menganggarkan untuk biaya distribusi sampai ke Desa-desa. Ini berbeda dari tahun sebelumnya, dimana biaya distribusi hanya sampai di Kecamatan.

“Masalah biaya distribusi ini sering dikeluhkan para Kepala Desa. Untuk itu tahun ini biaya distribusi kita tanggung sampai ke Desa, jadi tidak ada alasan lagi para Kepala Desa untuk malas mendistribusikan Rasta ke warga, apalagi menaikan harga beras Rasta dengan alasan biasa angkut,’’ bebernya.

Untuk harga beras Rasta sendiri, lanjut dia, tetap seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 26.000,- per 15 kilogram dan per KK mendapat jatah Rasta 15 kilogram tiap bulannya.

“Untuk pengawasan penyaluran beras Rasta ini, kami telah membentuk tim terpadu ditingkat Kabupaten, yang melibatkan berbagai pihak seperti Kejaksaan dan Bulog, sehingga jika terjadi permasalahan dilapangan maka tim inilah yang akan menyelesaikannya. Kami juga terus mengingatkan para Kepala Desa sebagai operator penyaluran beras Rasta ditingkat Desa, agar benar-benar menjalankannya sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. (tim kominfo)


  Hits (30)    Waktu :28-08-2017 (08:22:57)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal