Selasa, 12-12-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


90% Peserta KB Gunakan Pil dan Suntik

Paringin - Suntik dan penggunaan pil masih menjadi pilihan utama warga Balangan, dalam metode sebagai peserta (akseptor) program Keluarga Berencana (KB) untuk mengatur kelahiran anak mereka.

Jumlah pengguna metode tersebut mencapai 92% dari jumlah akseptor program KB yang berjumlah 20.797 peserta, sedangkan pengguna metode lain hanya berkisar antara 7,88%.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Balangan, Ansharullah mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2016, dari total akseptor KB baru sebanyak 20.797 pasangan dari jumlah 28.006 pasangan dalam usia subur. Dengan kata lain, akseptor KB baru mencapai 74%.

Dari jumlah tersebut, kata Ansharullah, memang metode suntik dan pil menjadi pilihan utama warga Balangan dalam ikut program KB, dibanding dengan metode lainnya.

Selain itu, dia menduga, karena prosesnya yang cepat dan berbiaya murah, juga menjadi faktor mengapa peserta akseptor peserta KB memilih metode suntik dan pil sebagai pilhan utama.

“Selaian faktor kebiasaan, faktor sosial dan pendidikan juga mempengaruhi pemilihan metode dalam ber KB ini. Kita mengakui memang berat untuk mengajak masyarakat dari pengunaan alat kontresepsi jangka pendek ke alat kontrasepsi jangka panjang,” ujar Ansharullah.

Untuk tahun 2017 sendiri, lanjut dia, pihaknya dibebani target sebanyak 795 aseptor baru dalam program KB. Dari target 795 ini, Ansharullah merinci, terbagi dari IUD 10, metode operasi wanita (MOW) 8, metode operasi pria (MOP) 1, kondom 14, implant 32, suntik 38 dan pil sebanyak 438.

Dari target ini, metode IUD, MOW, Implan dan Suntik sudah melebihi target yakni, 23, 14, 62 dan 432 sedangkan MOP masih kosong, Kondom 5 dan Pil 321.

Kedepan, menurut Ansharullah, pihaknya bakal mendorong masyarakat untuk menggunakan lima metode lainnya selain Suntik dan Pil, sesuai kebutuhan dan kecocokan masing-masing pengguna.

"Untuk medukung ini semua, pemerintah telah menyiapkan alat dan metode kontrasepsi yang gratis, dan ini bisa diakses oleh pasangan manapun dari kalangan kurang mampu," pungkasnya. (tim kominfo)


  Hits (104)    Waktu :08-08-2017 (02:54:03)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal