Selasa, 17-10-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Jalan Baliuk Tradisi Pengantin Di Pahuluan

Jika tradisi Pangantin Bausung atau Bausung Pangantin dikenal menjadi ciri khas, dari kebudayaan urang banua saat menjalani prosesi perkawinan (baarak pangantin), ternyata banyak tradisi unik lainnya yang ada saat berlangsung prosesi perkawinan, khususnya di daerah hulu sungai. Salah satunya adalah "Jalan Liuk" yang hingga kini, tradisi turun termurun tersebut masih dilestarikan oleh warga desa Marias Kecamatan Juai saat melangsungkan acara pengantinan.

Tradisi "Jalan Liuk" dilaksanakan pada malam hari sesudah siangnya digelar resepsi kedua mempelai.  Keunikan tradisi ini, ialah pengantin harus masuk kejalur kotak-kotak yang dibuat dari tali dan mirip taman labirin dari dua buah pintu berseberangan dan harus bisa bertemu ditengah-tengah.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Desa Marias, H. Syaprani (64 tahun), tradisi Jalan Liuk ini sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat dan hingga kini masih diletarikan. Tradisi Jalan Liuk, kata Syaprani, dilakukan pada malam hari ditengah tanah lapang yang sudah dibuat jalur jalan berkelok-kelok (Baliuk-baliuk) dengan mengunakan tali, dan pengantin beserta pengiringnya harus bisa menemukan jalan agar sampai ditengah-tengah sehingga bisa bertemu dengan pasangannya.

"Pasangan pengantin harus terpisah satu sama lain saat masuk diareal jalan baliuk yang dibuat. Pasangan pangantin juga ditemani tiga orang Pantul, satu bertugas sebagai penunjuk jalan dan dua lainnya sebagai pengiring," ujarnya.

Selain ditemani Pantul, kata pelaku tradisi jalan liuk ini, saat acara Jalan Liuk dilaksanakan juga harus diiringi musik gamelan dari awal sampai akhir. Tradisi Jalan Liuk ini, lanjut dia, bukan hanya sekedar tradisi hiburan, tapi juga mengandung pembelajaran yang sarat makna dibaliknya.

"Tradisi Jalan Liuk ini sebenarnya adalah sebagai nasihat bagi pasangan pangantin, yang memberikan makna bahwa jika dalam mengarungi kehidupan rumah tangga nantinya pasti mengalami berbagai masalah. Inilah yang dimaksud Jalan Baliuk, artinya kehidupan rumah tangga tidak hanya akan senang selalu jalannya lurus, tapi juga akan ada masalah yakni, jalannya Baliuk," jelasnya.
Lebih jauh, dirinya mengungkapkan, selain tradisi Jalan Liuk juga ada beberapa tradisi lainnya pada upacara pengantin, diantaranya Bausung, Bahantu Sandah dan Basisingaan. Hantu Sandah sendiri, menurutnya, sejenis ondel-ondel tapi wajahnya dibikin seram sedangkan Sisinggaan merupakan duplikat singga yang dimainkan oleh dua orang, seperti Barongsai.

"Hantu Sandah dan Sisinggan ini mengambarkan makhluk dari gunung atau hutan yang datang ketempat keramain," jelasnya.


  Hits (407)    Waktu :13-12-2016 (20:52:58)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal