Selasa, 17-10-2017,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Potensi Arung Jeram “Perawan” di Hulu Meratus

Potensi Arung Jeram “Perawan” di Hulu Meratus

PARINGIN – Kawasan Meratus yang terdiri dari hamparan hutan luas dan banyak sungai menyimpan potensi eksekotis, salah satunya adalah arung jeramnya yang memacu adrenalin. Memiliki topografi yang cukup beragam, mulai dari dataran, berbukit-bukit hingga pegunungan, membuat sungai yang melalui kawasan Meratus cocok digunakan arung jeram. Dua diantara sungai yang potensial untuk dijadikan media arung jeram, yakni sungai Nanai anak desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi, yang merupakan bagian Sungai Pitap dan Sungai Tumati yang merupakan hulunya Sungai Tabuan atau Sungai Batang Balangan yang berada di desa Binuang Santang Kecamatan Halong.

Untuk mencapai Nanai yang merupakan anak Desa Ajung, dimulai dari Kota Paringin ke Ajung yang memakan waktu sekitar 2 jam berkendaraan. Setelah itu, baru berjalan kaki melewati jalan setapak yang berupa tanjakan dan turunan selama kurang lebih tiga jam, barulah sampai dipemukiman warga Nanai yang jumlah rumahnya yang masih bisa dihitung dengan jari.

“Untuk bisa mengarungi jeram kita harus membayar harga sewa lanting dan joki sebesar Rp 200 ribu,” ujar Andaru yang pernah merasakan sensasi arung jeram di hulu meratus ini.

Perjalanan arung jeram ini, kata Andaru, menghabiskan waktu sekitar 3 jam, dengan jalur yang dilalui mulai Nanai hingga ke Ajung. Selain arus deras dan terjal, menurut Staf Bagian Humas dan Protokol di Setda Kabupaten Balangan ini, kejernihan air dan landscap sepanjang sungai menjadi kelebihan tersendiri, saat melakukan arung jeram di Sungai Nanai.

"Arusnya luar biasa, lebih memacu adrenalin, cocok buat mereka yang menyukai olahraga arum jeram," ungkapnya.

Tidak berbeda jauh dari Nanai, Sungai Libaru Sungkai juga menyajikan keasyikan tersendiri saat digunakan sebagai media arung jeram.

"Selain deras dan luas, ada beberapa titik yang membuat kita berteriak keras saat melakukan arung jeram karena ketinggian loncatannya cukup tinggi," ungkap Yusli yang pernah melakukan arung jeram mengunakan lanting di Sungai Libaru Sungkai.

Untuk mencapai Libaru Sungkai, menurut Yusli, harus didahului dengan menggunakan kendaraan bermotor mulai Halong ke Binuang Santang sekitar satu jam. Setelah itu baru berjalan kaki sekitar 3 jam.

"Biasanya kita melakukan arung jeram ini selama 2 jam, yang dimulai dari Tumati hingga Binuang Santang," ungkapnya.

Potensi objek wisata arung jeram tersebut saat ini masih sangat alami, karena memang belum tersentuh oleh program pengembangan dari pemerintah.

"Sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata alam dan menarik wisatawan. Semoga keindahan tersebut segera mendapat alokasi perhatian dari pemerintah sehingga menjadi destinasi wisata yang unggul di banua," harapnya. (sugi / tim kominfo)


  Hits (382)    Waktu :28-09-2016 (10:58:01)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal