Minggu, 07-03-2021,  

Home   Agenda  Download  Foto  Video  Peta Situs  Situs Terkait  Saran  Kontak


Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Bangun Banua Sanggam Menjadi Lebih Maju dan Mandiri
 
0


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Bensin Langka, Ratusan Kendaraan Antri SPBU Paringin

Paringin - Terkait Situasi dan Kondisi Bencana Alam (Banjir) Yang Menimpa Sebagian Besar Wilayah Kalimantan Selatan, Mengakibatkan Terputusnya Akses Darat Antar Provinsi. Sehingga Berdampak Terlambatnya Supply BBM di Wilayah Kabupaten Balangan.

Antrean Para Pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pom Bensin Haur Batu Terlihat Mengular, Bahkan Hingga Ke Jalan Raya Sejak Rabu (20/1).

Kepala Operasional SPBU 64.714.02  Aulia Rahman Menyampaikan, Kelangkaan BBM Tersebut Terjadi Karena Mobil Tangki BBM dari Banjarmasin ke Balangan Tidak Bisa Melintasi Jalur Darat.

"Jadi Suplai BBM Untuk Kabupaten Balangan, HST, HSS, HSU, dan Tabalong Terkendalanya Disitu, Awalnya Pengiriman Melalui Jalur Darat Menjadi Melewati Jalur Laut Yang Memerlukan Waktu Beberapa Hari Baru Datang," Jelasnya.

Ia Menambahkan, Hari Ini Ada Stok Yang Datang Sebanyak 10.000 Liter dan Akan Dijual Semuanya, Serta Jumlah Pembelian Dibatasi Untuk Roda Dua Maksimal Lima Liter dan Untuk Roda Empat Maksimal 25 Liter.

Aulia Mengimbau Agar Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Panik Karna Kebutuhan BBM Tetap Tersedia Walaupun Dengan Catatan Keterlambatan, Serta Jangan Mengambil Keuntungan Dengan Melangsir Atau Pedagang Yang Mengangkut dan Melakukan Niaga BBM Tanpa Izin Usaha.

Selain itu Salah Satu Warga Yang Mengantri BBM, Jannata Menuturkan BBM di Paringin Sudah Susah Didapatkan. Dan Harga BBM Jenis Pertalite di Eceran Yang Awalnya Sembilan Ribu Rupiah Per Liter Kini Sudah Mencapai Rp12 Ribu Hingga Rp15 Ribu Per Liter.

"Dari pagi sampai sekarang belum mendapatkan BBM, sudah 3 hari untuk wilayah Paringin BBM tidak ada. Tentu ini berdampak pada kebutuhan sehari-hari untuk berpegian sangat susah,“ tuturnya.

Jannata Berharap Agar Kelangkaan BBM Tersebut Dapat Segera Berakhir dan Dapat Kembali Normal Lagi, Karena BBM Sendiri Merupakan Sesuatu Yang Paling Penting Untuk Masyarakat Pada Kehidupan Sehari-Hari.

Tim Kominfo/Nanang

  Hits (33)    Waktu :26-01-2021 (02:54:26)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal